Kemarau Panjang, Petani Desa Jangan Dibiarkan Berjuang Sendiri
OPINI TERAS TANI INDONESIA
Kemarau panjang kembali menjadi persoalan serius bagi dunia pertanian. Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Blora, banyak petani desa harus menghadapi keterbatasan air untuk mengolah dan mempertahankan lahan pertanian mereka.
Bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air adalah modal utama untuk mempertahankan kehidupan tanaman dan menentukan apakah sebuah musim tanam akan berhasil atau justru berakhir dengan gagal panen.
Ketika sumber air mulai mengering, sumur semakin dalam, embung tidak mencukupi dan hujan belum kunjung datang, petani berada dalam posisi yang sangat sulit. Mereka tetap memiliki lahan dan keinginan untuk bercocok tanam, tetapi tidak memiliki cukup air untuk memastikan tanamannya bertahan.
Kondisi seperti ini seharusnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan petani. Ini adalah persoalan ketahanan pangan yang menyangkut kepentingan seluruh masyarakat.
Pemerintah Harus Hadir Sampai ke Desa
Dalam situasi kemarau panjang, pemerintah memiliki peran yang sangat penting. Bantuan kepada petani jangan hanya berhenti pada bantuan benih atau pupuk. Ketika masalah utamanya adalah air, maka solusi air harus menjadi prioritas.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa perlu memperkuat koordinasi untuk melakukan pemetaan wilayah yang mengalami kekeringan dan kekurangan air pertanian.
Beberapa langkah yang menurut kami perlu diperkuat antara lain:
- Penyediaan bantuan air untuk pertanian di wilayah yang benar-benar mengalami kekeringan.
- Pengoptimalan embung, sumur pertanian, jaringan irigasi dan sumber air desa agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
- Pembuatan atau rehabilitasi infrastruktur penampungan air, sehingga air hujan yang turun pada musim penghujan tidak langsung terbuang.
- Bantuan pompa dan sarana pengairan bagi kelompok tani yang membutuhkan.
- Program sumur atau sumber air pertanian bersama, terutama untuk wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan.
- Pendampingan pola tanam, termasuk mendorong tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kekurangan air.
- Perlindungan terhadap petani yang mengalami gagal panen, termasuk memastikan mereka tidak semakin terjerat utang setelah mengalami kerugian.
Jangan Menunggu Petani Menjerit
Persoalan kekeringan sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya datang secara tiba-tiba. Banyak wilayah di Blora dan daerah lain sudah berulang kali menghadapi persoalan yang sama.
Karena itu, pemerintah perlu bergerak dari pola penanganan darurat menuju pencegahan jangka panjang.
Jangan sampai bantuan baru datang setelah tanaman petani sudah mati, sawah sudah gagal panen dan petani sudah kehilangan modal.
Petani membutuhkan pemerintah yang hadir sebelum masalah menjadi bencana ekonomi bagi keluarga mereka.
Desa Harus Menjadi Bagian dari Solusi
Pemerintah desa juga memiliki posisi strategis karena paling dekat dengan masyarakat. Desa dapat memetakan sumber air, kebutuhan kelompok tani, lahan yang mengalami kekeringan, serta potensi pembangunan embung atau penampungan air.
Dana dan program pembangunan desa juga semestinya diarahkan untuk memperkuat ketahanan desa menghadapi kekeringan, sesuai ketentuan dan prioritas pembangunan yang berlaku.
Kita tidak boleh hanya berpikir bagaimana mendapatkan air ketika kemarau sudah datang. Kita harus berpikir bagaimana menyimpan air ketika hujan datang.
Embung, cekungan penampung air, sumur, jaringan irigasi dan konservasi lingkungan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk pertanian.
Petani Adalah Penjaga Ketahanan Pangan
Di tengah berbagai persoalan ekonomi, petani tetap bekerja di sawah dan ladang untuk menghasilkan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Ketika petani gagal panen secara luas, dampaknya tidak berhenti di desa. Produksi pangan dapat menurun, pendapatan petani turun, harga komoditas dapat terganggu dan pada akhirnya masyarakat luas ikut merasakan dampaknya.
Karena itu, membantu petani menghadapi kemarau bukan sekadar memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat tertentu.
Membantu petani berarti menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Blora dan daerah-daerah lain yang sering menghadapi kekeringan membutuhkan kebijakan yang tidak hanya bersifat sementara. Dibutuhkan pembangunan sistem pengelolaan air pertanian yang berkelanjutan dan benar-benar sampai ke desa.
Petani jangan dibiarkan berjuang sendirian menghadapi kemarau.
Pemerintah harus hadir, desa harus bergerak, kelompok tani harus diperkuat, dan masyarakat harus ikut menjaga sumber daya air.
Karena ketika air tersedia, petani bisa menanam.
Ketika petani bisa menanam, pangan tersedia.
Dan ketika pangan tersedia, ketahanan Indonesia menjadi lebih kuat.
TERAS TANI INDONESIA
Dari Desa, Mengabarkan Indonesia.