Petani Bukan Sekadar Penghasil Pangan, Tapi Pelaku Usaha yang Harus Mandiri Secara Ekonomi
Blora 27/08/2026
Sektor pertanian di Indonesia adalah hamir 85% pendduk Indonesia adalah petani namun selama ini kerap dipandang hanya sebagai aktivitas produksi pangan, bukan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan keuntungan dan kemandirian. Pandangan ini harus diubah, jika kita ingin petani tidak selamanya berada di garis kemiskinan.karena rata rata 60% penghasilan petani di bawah rata - rata kurang dari 3.7 JT perbulan
Inilah yang mendorong Tugiman B. Semita,SP Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, turun langsung ke masyarakat di Blora, Jawa Tengah, membuka Sekolah Bisnis Pertanian. Di sana, ia menyampaikan pesan yang tajam: Petani harus berubah pola pikir — dari sekadar penanam, menjadi pelaku usaha.
Dalam materi bertajuk “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship”, Tugiman menegaskan: Kunci kemajuan petani bukan hanya di bibit dan pupuk, melainkan di kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Petani harus mampu membaca peluang, mengolah hasil tani menjadi produk bernilai tambah, dan berdiri sendiri secara ekonomi.
Ini bukan sekadar pelatihan di Blora — ini adalah model untuk seluruh Indonesia. Selama petani belum bisa melihat pertanian sebagai bisnis, kesejahteraan mereka akan sulit berubah. Jika petani bisa berwirausaha, maka kedaulatan pangan dan kedaulatan ekonomi bisa berjalan beriringan.
Kita tidak hanya butuh petani yang rajin menanam, tapi petani yang cerdas berbisnis.
“Pertanian Bukan Sekadar Menanam, Tapi Bisnis — Tugiman B. Semita.AP
Ajak Petani Seluruh Indonesia Berubah”
Kesejahteraan petani tidak akan naik jika mereka hanya dipandang sebagai produsen pangan. Melalui Sekolah Bisnis Pertanian di Blora, Tugiman B. Semita .SP menekankan: kemandirian ekonomi petani dimulai dari perubahan pola pikir — kreatif, inovatif, dan berani menjadi pelaku usaha. Ini adalah langkah nyata untuk memajukan pertanian nasional.
Dari Blora terastani.com
Untuk kemajuan petani Indonesia